Sunday, December 7, 2008

Shattered!















Langit seakan sirna beranjak pergi meninggalkan aku di sini. Benih-benih harapan yang baru saja tertanam, harus ku bakar dan musnahkan sendiri. Detik demi detik perlahan tapi tak pasti. Hancurkan ku! dalam luka di jantungmu yang ku buat menganga untukmu. Menikam perihnya kenyataan. Chord berbeda chord berganti seiring rute lagu yang di lantunkan dengan nada tak pernah bertemu.
Bumi bergerak menuntut perubahan pada porosnya berkelahi dengan waktu namun tetap dingin membeku. Tanah tempat berpijak berjatuhan runtuh satu persatu hingga akhirnya luluh lantak tak bersisa. Cenayang kehidupan berjalan mengikuti waktu, melukis sebuah wadah sebagai karakter seorang pemimpin hebat yang sangat kokoh dan kuat.
Udara dingin menyelimuti tubuh bocah jantan menyerupai betina yang terlunta-lunta mengais keselarasan. Memejamkan mata tanpa berfikir panjang dan bertindak sangat bodoh. Mengikuti kata hati yang sudah lama terkunci. Membuka pengelihatan yang sangat indah, yang tak pernah terlihat sebelumnya. Sosok yang menyerupai bayangan, terarsir asap tebal lalu mengumpal membentuk sebuah tangisan kerinduan yang memilukan.
Maaf, segala kesedihan dan kedepresian harus berakhir sampai disini.

1 comment:

pastelarasaty said...

innue, maaf tadi gak ngabarin,
gue repot banget sama ulangtaun ade gue,,
lo jg knp gak ngabarin??
hehe.
jgn sedih terus, kan ada gue,,,
cheers!!