
Radio 2,22 Fm Yogyakarta, (Vina panduwinata-Logika)
Dimana.. logika.. hatiku.. jatuh cinta kepadanyaaa...
ooooou.. tetapi.. ternyata.. asmara tak kenal dengan logika..
Sebuah lagu vina panduwinta yang terdengar dari radio mobilku. Aku melaju tanpa arah, sendiri dan tak tahu akan kemana. Di persimpangan jalan antara arah mana yang akan kutentukan, aku bertemu seorang wanita bernama Alicia. Alicia... Alicia.. itu yang ada dibenakku, sejak pertemuan itu aku tak bisa melupakannya. Sejak ku bertemu dengannya, ia memang sudah merencanakan pernikahan dengan pasangannya yang akan dilangsungkan dua bulan mendatang.
Sejenak aku melamun, mengingat kejadian hidupku dua tahun lalu...
Natalie, Namanya Natalie. Dia adalah tunanganku, Dia sosok wanita yang cantik, kaya, pintar dan berprofesi sebagai model iklan baik itu dari media below the line ataupun above the line. Wajah Natalie selalu ada di billboard jalan, poster dan apapun itu tentang produknya. Natalie selalu menjadi modelnya. Natalie dan aku sudah berencana akan menikah akhir tahun ini.
Sudah enam bulan aku tak bertemu Natalie. Dia sangat sibuk sekali. Mulai dari fashion show, syuting, hingga jumpa fans. Hingga tak ada sedetik pun waktu untuk ku. Kita berhubungan hanya melalui telpon. Aku termenung sendiri, meratapi kejenuhan ini.
Besok hari pernikahanku akan dilaksanakan,
aku bertanya sekali lagi?
apakah Natalie pilihanku?
apakah aku bahagia dengannya?
Semakin aku bertanya semakin banyak pertanyaan itu memenuhi otak ku dan tak satupun terjawab. karna aku merasa tidak yakin dengan pilihanku ini.
Pertanyaanku terjawab oleh televisi, yang menayangkan berita kecelakaan pesawat yang semua penumpangnya tewas. Pesawat itu adalah pesawat yang dinaiki Natalie. Dan hari itu juga Natalie meninggal dunia. Acara resepsiku berubah menjadi acara duka, lara, dan sedih yang berkepanjangan.
Sejak ku mengenal Alicia, dia selalu menjadi warna dalam hidupku yang statis dan hitam ini. Dia cahaya terang yang menerangi kegelapan ini. Alicia dan semua sikapnya yang selalu membuatku nyaman dan merasa menjadi seorang laki-laki yang berharga dimatanya.
Alicia dan aku terpaut rasa cinta kasih yang mengelora dan membara. Namun Alicia milik orang lain. Dia akan segera menikah.
Suatu hal yang menyakitkan apabila kita ingin memiliki apa yang orang lain telah miliki. dan tak bisa. Tak akan pernah bisa.
Semakin dalam.. ku merindukanmu.. semakin jauh kau pergi dari ku..
semakin jauh ku mencintaimu... semakin dalam kau hancurkan aku..
Aku... uuuu.. tak kan pernah bisaaaa.. tak kan pernah bisaa... bersama... bersamamu..
(Alexa- Tak kan pernah bisa)
Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan Alicia. Aku pergi meninggalkan Yogyakarta lalu menuju Jakarta. Walau sekedar liburan aku berencana menetap disana.
Ku kenakan ipod hitam kesayanganku diiringi lagu Alexa- Tak kan pernah bisa. Aku tidak mau menitikan airmata ku dengan kecupan perpisahan. Mungkin aku ingin melupakan Alicia untuk selamanya.
Dalam perjalanan pesawat Yogyakarta- Jakarta. Seorang pramugari menyapaku,
"Mau minum apa Pak?"
Aku menjawab,
"Orange juice"
Tanpa sengaja aku melihat name tag nya. Dia bernama Alicia.
Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Aku sedang menunggu taksi. Seolah-olah aku tahu tempat tujuan ku. Tiba-tiba seorang gadis kecil, menghampiriku dan bertanya padaku.
"Om.. mau kemana?"
"engga tau.. Hotel mungkin.. Om lagi liburan kesini.."
Dia tersenyum kepadaku, lalu menyodorkan tangannya dan ingin berkenalan dengan ku.
"Alicia"
Aku tersentak. seolah-olah jantungku berhenti seperti terkena serangan jantung.
Lalu aku berteriak.... Aliciaaaaaaaa..
Apakah dia pengganti Natalie?
Mengapa dia selalu ada dalam setiap langkahku?
No comments:
Post a Comment