Pulau Bougenville 22 February tahun 1999, pulau yang indah sekitaran daerah kepulauan Rencong. Pulau ini sama dengan nama kotanya yang udaranya sangat panas, ganas kehidupannya, dekat daerah terlarang sebelah perputaran uang yang hilang. Di suatu wilayah yang cukup terpencil di kota tersebut terdapat sebuah rumah. Rumah yang kecil disebuah kompleks perumahan bernama Tekanan Batin Indah Permai, interior rumahnya dan bentuk rumahnya lumayan cukup indah dan mewah. (mereknya wah semua..) dengan perabotan rumah yang modern (modis, keren dan beken) dan canggih (cantik n suggih) didalamnya, serta tiga mobil mewah, merek negeri hitler, Jerman dan para sekutunya pada waktu itu menjadi waktu kini. Rumah ini hanya berisi tiga orang manusia yang didalamnya berkumpul dan tinggal bersama didalam satu rumah, lalu disebut sebagai keluarga kecil yang bahagia dan sakinah. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu dan dikaruniai Seorang anak perempuan yang lucu, cantik dan pintar dia bernama Princess. Sungguh sebuah keluarga kecil yang bahagia, keluarga yang terpandang serta tergolong kaya di pulau itu, karna mereka memiliki usaha yang cukup baik yakni dari hasil bumi yang di sebut-sebut sebagai emas hitam alias minyak.
Pada suatu saat yang tidak terduga, keluarga kecil ini kedatangan tamu tak di undang yang dalam keadaan terpaksa ingin numpang tinggal, hidup bersama menjalani kehidupan yang keras, sekeras batu. Dia adalah Seorang anak laki-laki yang bernama Delf (Dead Emotion.. n Loving u I’m so Frustrated..? but inspired..!) berperawakan tinggi, mungil, pribadi yang polos, agak sedikit pemalu tetapi sedikit sensitive hati dan infeksi jiwa. Sebab pada masa pertumbuhan remaja beranjak dewasa, kondisi mental Delf selalu ditekan oleh keluarganya lalu menimbulkan infeksi jiwa yang dashyat..!? Delf adalah Seorang bocah psycho yang akan di deportasi dari rumah oleh keluarganya pada saat itu, dan ia tidak mengetahui akan mendadak pindah dari Rendenvous ke pulau Bougenville. karna persoalan hidupnya yang tidak beres selalu membuat masalah dalam keluarga, membuat onar, menyusahkan keluarganya, karna Delf,..!? Masuk lubang jalanan! alias penjara selama hampir 10 hari karna terlibat kasus keributan yang menyebabkan seseorang koma, nyaris kehilangan nyawa dan ditemukan obat-obatan terlarang di dalam sakunya. Nasib baik Kasus Delf masih bisa ditangani oleh Fuyabi (FUlus YAng berBIcara) dan UUD (Ujung-ujungnya Duit..!) dan juga KUHP (Kasih Uang.. Hilang Pelaku!). Keluarga Delf masih ada hubungan dekat, kerabat dekat dengan keluarga sang gadis kecil yang pintar dan lucu bernama Princess. Ibunya Princess adalah adik kandung dari ayah Delf, lalu ibunya Princess pun menerima Delf dengan tulus hati dan karna memang ia memimpikan Seorang anak laki-laki didalam rumahnya sejak dahulu, akan tetapi belum diberikan oleh yang kuasa. Lalu tinggallah si bocah bengal tadi bersama keluarga Princess dan ia pun di sekolahkannya, diberikan kasih sayang selayaknya anak mereka sendiri, Princess pun menyayangi Delf seperti layaknya figure Seorang kakak laki-laki kandung. Karna dahulu mereka berdua sebelumnya pernah tinggal, tumbuh dan besar bersama, dilahirkan di sebuah tempat yang sama di sebuah kota lain yang bernama Rendenvous.
Selama tinggal dan hidup bersama sang paman dan tante, karakter Delf berubah drastis menjadi 180 derajat, yang tadinya brengsek..!, jarang pulang karna lebih senang dan terbiasa hidup dijalanan, nge Punk..! (Pemuda Urakan Namun Kreatif..) dan selalu bikin onar. Menjadi Seorang anak yang patuh menuruti semua perkataan orang tua, tidak berbuat onar lagi, anak rumahan alias tidak pernah keluar rumah. Sebab memang ibunya Princess ingin mendidiknya dan ingin mendisiplinkannya, seperti dulu, sewaktu Delf berusia 3 sampai 7 tahun ibunya Princess lah yang merawat dan membesarkan Delf. Karna pada waktu itu ibu kandung Delf terlalu sibuk dengan pekerjaannya dirumah sakit.
Sewaktu di Pulau Bougenville kegiatan Delf sangat padat nan berisi dari sekolah, mengaji, les ini-itu, sampai-sampai tidak ada lagi jam untuk bermain bersama teman-temannya. Teman Delf yang selalu setiap kali datang ke rumahnya untuk bermain, belajar bersama ataupun membantu Delf melakukan pekerjaan rumah, sebab peraturan pertama Delf tidak boleh keluar dari rumah kecuali di izinkan ibu Princess. Semua hidupnya selama dirumah itu sudah ter-schedule dengan padat dari mulai ia membuka mata alias bangun tidur hingga menutup mata, tidur lagi maksudnya, di setiap hari-hari Delf. Teman Delf yang kebetulan satu sekolah pun akhirnya menjadi sahabat setia Delf yang selalu menemani Delf kemana pun? lalu ia pun menjadi orang yang dipercaya oleh keluarga Princess.
Sahabat Delf bernama Nez (Never Ending Zstory for u..), setelah menjalani hidup senang dan susah bersama dalam satu sekolah selama beberapa bulan, mereka berdua pun seperti pinang dibelah dua, saling menolong, memberi, menjadi tempat cerita hati tentang kehidupan mereka baik masalah keluarga sampai asmara. Berikut ini gurauan Nez dan Delf..
“Asu apa yg gampang jatuh cinta? hayo..?”
“Asu lu.. hehe.. apa ya? opo Nez!”
“Asu cinta padamu..”
“Keju apa yang terkadang terasa manis tapi kadang pahit? Nez..”
“Kejuaraan kali, apa Kejumpalitan!”
“Salah semua.. yang bener.. Kejujuran..?”
“Kura-kura apa yang paling bego! hayo.. apa Delf?”
“kura-kira elo..? hhe..”
“Salah..! Kura-kura tidak tahu.. Delf..”
“Kecoa apa yang punya anggota? apa coba Nez?”
“Kecoangkakan..!”
“Salah.. Kecoa kelompok!”
“kucing apa yang paling kuno?”
“kucing tai kamu Nez..”
“salah..! Kucinggalan zaman.. Delf..”
“Kuda apa yang dipakai judul film.. Nez..”
“Kudasai..! salah ya.. Delf”
“kudapai cintamu.. hahaha..?! Garing..!! Ngga lucu ah..”
Selalu seperti itu canda dan gurau antara Nez dan Delf.. selalu main tebak-tebakan! atau cerita-cerita konyol..
Rumah nez tidak jauh dari Delf hanya beda beberapa blok saja. Nez yang mempunyai pacar bernama Sophie (SO Please..? Hohoho.. hihI.. keep rEading..?!) yang selalu jeles alias cembokur dengan kedekatan Nez dengan Delf. Sophie mengira Delf adalah Seorang yang menyukai sesama jenis, karna semenjak dia mengenal Delf, Delf tidak pernah mempunyai teman wanita.
Pas sewaktu-waktu.. Nez curhat dan berkata kepada Delf,
“ Delf.. masa si Sophie.. bilang gue selingkuhin dia? trus dia bilang..”
“ Bilang apa Nez..?”
“ Dia bilang.. selingkuhnya sama lo..!? ”
Delf pun kaget lalu tertawa geli..
“Haah...!! hhwahwahaha… dia kira kita Gay! apa dia kira gue yang G..? oh my god..?! asthafirullahalazim.. Gawat..! berartii udah waktunya gue harus cari pasangan nih..” paling ngga temen deket perempuan.
Nez seraya menjawab,
“Jangan dimasukin hati ya Delf.. lo kan orangnya agak sensitive! biarin aja namanya juga perempuan.. kadang terlalu dibawa perasaan? posesif! terlalu kuatir..? gue jadi sebel sama dia kenapa mikirnya kaya gitu.. ngga pake perasaan..!?”
Delf pun menyambar,
“ouh.. Nez! She loves u Nez..? You are a lucky guy.. berarti dia sayang dong sama lo Nez..?! lo harusnya ngabisin waktu lebih banyak sama dia.. jangan sama gue mulu.. udah sana kerumahnya… cepet..! ” sambil menepak bahu Nez dan mendorong-dorongnya keluar dari rumah Delf.
Lalu Delf pun mengantar Nez kerumah sophie, karna Nez orang yang paling dipercaya oleh keluarga Princess, maka Delf pun dibolehkan pergi oleh ibunya Princess. Itu juga harus dengan supir.. akan tetapi terkadang mereka berdua lebih sering pergi naik angkutan umum karna memang mereka berdua tidak bisa mengendarai mobil, sungguh memalukan mereka berdua ini.
Hari demi hari dilalui bulan pun seraya berganti melewati malam yang sunyi, sampai sewaktu ibunya Princess mengadakan acara arisan bulanan dirumahnya, dia mengenalkan Delf pada anak seorang teman dekatnya yang mengikuti acara itu dan kebetulan ia seorang dara keturunan campuran Jawa-Manado yang parasnya lumayan ayu, sosok yang tinggi semampai, berkulit putih, berambut panjang kira-kira sebahu, yang bernama Luna (LUmayan Nakal, tapi nafsuin jugA..) dan sesunguhnya Luna adalah Kriteria wanita idaman Delf secara fisikli.
“ Delf..? ”
“ YES MOM..? atau ndalem MAM..!”
(Begitulah Delf memanggil ibunya Princess dengan sebutan mommy)
“Sini sayang..?! ”
“Ini kenalin anaknya tante Soraya, namanya Luna..”
Perkenalan pertama, Luna langsung jatuh cinta pada Delf karna pribadinya yang lugu, polos dan goblok. Juga wajahnya yang innocent face dan pura-pura serem namun tingkahnya agak lucu dan kaku. Lalu ia pun berusaha mencari cara untuk mendekati Delf karena selalu ingin di dekat Delf. Detik-detik perkenalannya..,
“ Hii.. aku Luna..”
“hallo gue Delf..!”
“Delf.. aku kan baru pindah? belum tau mana-mana.. kamu mau ngga temenin aku jalan-jalan, soalnya aku ngga tau jalan..”
Delf yang sedang menunggu Nez dalam Pesta itu.. tidak terlalu menyimak ajakan Luna, lalu ibunya Princess menegur Delf..
“ Delf diajak ngomong sama Luna kok malah bengong sih..? knapa dia cantik ya.. ”
Delf pun mengiyakan saja demi menyenangkan hati mommy. “ Iya.. iya? nanti kita jalan jalan ya.. “
Luna Seorang gadis yang kebetulan baru pindah sekolah ke kota Bogenville dari kota asal yang sama dengan Delf, tetapi ia tidak satu sekolah dengan Delf di kota Bogenville melainkan satu sekolah dengan Sophie. Luna adalah gadis yang cerdik, ia tahu cara mendekati Delf dengan mendekati dulu Princess dan ibunya lalu ia pun dipercayai pergi atau selalu bersama Delf. Sampai pada waktunya..!? Luna memaksa Delf untuk menyatakan cinta padanya.. untuk mendapatkan sebuah status yakni kekasih, pada waktu itu.
“ Delf.. aku sebenernya suka sama kamu.. sejak pertama kali kita ketemu.. kamu suka ngga sama aku.. kita jadi sepasang kekasih aja yuk..”
dengan nada bicara yang sedikit memaksa..!
Seorang Delf yang lugu dan polos terpaksa melakukannya, seperti acara katakan cinta di televisi. Karna melihat Luna memohon padanya, padahal dia sebenarnya tidak mencintai Luna. tetapi bukan ia kasihan padanya melainkan tidak tau lagi apa yang harus dilakukan..? karna Delf sangat kaku, selalu nerves dan sal-ting (salah tingkah..) apabila didepan Seorang gadis cantik, dan Delf merupakan orang yang sulit dimengerti untuk urusan asmara. Tapi apa mau dikata? kata-kata yang keluar sudah ngga bisa ditarik lagi! jalani saja..? menurut dia, karna Delf orang yang konsekuen dan cukup jujur.
Indah kebersamaan mereka berdua meskipun Delf menjalaninya dengan hati yang palsu namun ia menghargai cinta Luna, ketulusannya yang menerima segala kekurangan dan kelebihan Delf. Dan keluarganya Luna, juga menjaga nama baik keluarga Princess. Sampai pada suatu waktu orang tua Princess harus pergi keluar Negara untuk beberapa hari, lalu ibunya Princess meminta izin ibunya Luna untuk meminta Luna menemani Princess dirumah. Luna dengan senang hati menerima tawaran itu, sementara Delf tahu dia akan tinggal satu rumah dengan Luna. Pada suatu malam mereka ngobrol berdua mulanya biasa-biasa saja. Namun oborolan liar Luna menjurus ke arah yang extrem yakni,
“ Delf kita ngobrol-ngobrol di kamar aja yuk.. sambil tidur-tiduran..”
“ Sambil nemenin Princess tidur.. Maksudnya..?! dikamar Princess lah..?” kata Luna..
Sesaat tertidurnya Princess.. Luna pun mengajak Delf keluar kamar menuju ke ruang tamu depan. Saat itu keadaan rumah sedang kosong tidak ada siapa-siapa hanya ada satpam yang berjaga di luar rumah. Sesampainya diruang tamu.. Luna mencoba merayu, mencumbu Delf dengan mengeluarkan juga memuncratkan kata-kata mesra, penuh dengan gairah dan birahi. Membuat keadaan dan kondisi mereka berdua mengambarkan tubuh yang gerah (gerak-gerik meresahkan..), jiwa yang gelisah (geli-geli basah..) juga hati yang gundah (si gundul meludah-ludah.. cuih.. cuih..!) akan tetapi Delf tidak merasakan apa-apa dan ia tidak mengerti maksud hati Luna, sehingga membuat Luna menunggu dan terus menunggu. Memancing agar Delf menciumnya dan menjurus kearah yang ekstrem lalu Luna terus bertanya-tanya?
“ Delf.. Sebenernya kamu pernah pacaran ngga sih..? ”
“ Ya pernah lah Lun..”
“ Kaya gimana sih gaya pacaran kamu dulu..? tunjukin ke aku dong sekarang..!?”
“ Sekarang..!! ok.. begini ceritannya? dulu waktu aku pacaran.. bla..bla..bla….”
sekitar dua jam lebih dia bercerita..
“ Ya.. gini-gini aja.. ngobrol-ngobrol.. abis maunya gimana lagi ya Lun?”
“ Lun.. lun..! yah tidur..!”
“Emangnya gue tukang dongeng apa..?” Dalam hati Delf mengatakan..
Luna tertidur mendengar cerita Delf yang tiada henti selama dua jam lebih, sampai akhirnya Delf membopongnya ke tempat tidur didalam kamar tamu. Lalu..?! apa yang dilakukan Delf..? menghabisinya? melucutinya? (yee.. maunya..?) tidak! dia menyelimutinya dengan selimut yang ada dikamar itu dan mencium kening Luna, lalu mematikan lampu kamar serta langsung keluar dari kamar itu dan ia pun menuju kamarnya lalu tidur. (survey tidak resmi membuktikan hanya 3 orang laki-laki dari 10 orang yang melakukan itu.. dan sangat sulit dipercaya oleh kaum hawa.. hahaha..)
Padahal sebenarnya, Delf belum pernah sungguh-sungguh mencintai Seorang gadis dengan tulus. Bertekuk lutut dan rela melakukan apa saja untuk sang gadis, melakukan hal kesenangan yang sama, yang dilakukan oleh sang gadis. Belum pernah?! selalu seorang gadis yang mengutarakan perasaannya kepadanya dan dia tidak pernah menolaknya, karna dia sangat menghargai ketulusan hati seseorang. Sampai-sampai gadis yang pernah jadi pacarnya itu bosan dan merasa kesal dengan Delf karna terlalu cuek, kaku, masa bodo dan cenderung asal-asalan sikapnya serta kalo diajak ngobrol terkadang ngga nyambung alias Tulalit.. tulalit.. titutt.. kresek.. kresek..!
Setelah masa pacaran mereka berlangsung selama hampir sekitar 6 bulanan.. dan disaat Delf mencoba mencintai Luna dengan hati yang tulus mencoba untuk memahaminya, dan cintanya sudah mulai tumbuh..?!. Karna ada perbedaan sifat yang mendasar yang membuat banyak ketidak cocokan antara mereka berdua. Sehari-harinya mereka pun di warnai oleh pertengkaran, ribut mulut terus, perbedaan argument tidak ada yang mau mengalah dan saling mengerti. Lalu Luna yang mulai merasa jenuh dengan Delf, ia pun selingkuh dengan Pria Idaman Lain, yang PAtah HatInya karna Terluka oleh Seorang wanita (Pil Pahit..), berkhianat..!, mungkin dia mendapatkan sesuatu yang tidak ada didalam diri Delf. Ironisnya pria selingkuhannya Luna adalah temen satu sekolah Delf dan Nez dan sebenarnya ia adalah musuh bebuyutannya Nez disekolah. Karna Nez berhasil merebut Sophie darinya dengan cara yang halus tetapi cukup menyakitkan, karna memang Nez berhasil membuat Sophie jatuh cinta pada Nez, Nez pun sangat mencintanya. Dia bernama Prit (PRia yg hatInya Terluka..) Semenjak Prit ditinggal oleh Sophie, hidupnya menjadi bringas, bawaannya panas, emosian selalu kalo ada apa-apa maunya berkelahi, mukulin anak orang!
Masalah pun datang antara Prit, Delf dan Nez. Mereka pun berkelahi dan sempat pukul-pukulan, baku hantam di luar sekolah.. Nez adalah Seorang yang tidak pandai berkelahi, maka Prit pun berhadapan dengan Delf, karna tubuh Prit yang besar dan kekar memukul habis Delf. Saat itu Delf tidak tahu bahwa Prit ada main perasaan dengan Luna, masalahnya adalah masalah Nez, dendam lama yang tak terbalas.. lalu Delf pulang dengan wajah yang biru-biru bonyok.. karna ia di keroyok oleh Prit n the gank! tetapi kepala Prit juga terluka olehnya dan hampir saja Delf membunuhnya..! dia pun ingat kesalahannya dimasa lalu dan tidak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi. Sesampainya dirumah Delf.. Sophie, Nez dan Luna yang menunggu dan sempat mendengar permasalahan itu dari Nez, karna Nez langsung pulang. mereka pun mencemaskan Delf..
Sophie..“ Delf lo ga apa-apa.. Si Prit memang brengsek! beraninya keroyokan..! “
Luna.. memberi perhatian asli yang telah menjadi palsu,
“ aduh Delf.. mukamu biru-biru gini.. Sakit ya sayang..! sini aku obatin luka di wajah kamu..” sambil mengusap wajah Delf dengan es batu. Delf pun menjawab,
“engga? aku ngga apa-apa.. ini persoalan laki-laki! kalian berdua ngga usah ikut campur..! “
Nez.. “Delf lo ngga apa-apa.. sorry ya? gara-gara gue lo jadi dipukullin.. “
“ ngga apa-apa Nez biar gue bonyok.. tapi besok mereka pasti segen untuk gangguin kita lagi.. ”
Lalu ayah princess mendengar kabar Delf dikeroyok oleh Prit dari Princess, lalu ia memanggil para preman berseragam?! yang sedang tidak memakai seragamnya untuk berencana menghabisi Prit secara diam-diam.. Didatanginya lah Prit ke sekolahnya dan preman itu sempat memukulnya di bagian perut dan bibirnya Prit hingga berdarah dan mengancam!, “ sekali lagi lo sentuh si Delf! keluarga lo gue abisin.. ngerti lo! “
“ iya bang?! ampun..! gue ngga akan ganggu Delf sama Nez lagi.. “
“ Bagus kalo gitu.. sekarang gue mau lo dateng ke rumahnya dan minta maaf sama Delf dan Nez.. ok..? awas kalo ngga..! beraninya keroyokan lo! ”
“ iya bang.. iya..? ”
Lalu dia pun datang kerumah Delf meminta maaf kepadanya dan Nez.. dan selesailah persoalan di antara mereka..
Semester demi semester berlalu.. tahun ajaran berganti Delf tidak naik kelas, sementara Nez naik kelas dan dia pun mempunyai sahabat baru bernama Igam (I’m GonnA Miss you.. dear,..?) karna Igam bekas anak-anak gank prit dulunya, ia tahu akan perselingkuhan yang dilakukan Luna, affair Luna dengan Prit. Lalu ia pun memberitahu Nez.. Nez pun segera memberitahukan berita penghianatan ini kepada Delf.. akan tetapi Delf tidak mau ambil pusing karna ia tidak melihat dengan mata kepala sendiri. Ratusan hari dilewati puluhan bulan terlampaui, Delf sampai akhirnya ia pindah lagi ke kota asalnya yang bernama Rendenvous. Karna ia merasa menyusahkan dan merepotkan keluarga Princess. Dan ia yakin jika ia tetap di Pulau Bougenville, maka ia tetap tidak naik kelas lagi. Karna di sekolah itu ia merasa terasing, karna ia sendiri yang berbeda keyakinan alias berbeda religi dengan anak murid yang lain dan ini membentuk pribadi Delf yang acuh dan masa bodo dengan semua orang.
Sesampainya di ibu kota Rendenvous, ia pun kembali bersekolah serta hubungan Delf dengan Luna masih terjalin meskipun Long Distance Relationship. Seperti Singkatan penulis novel kenamaan yang memplesetkan LDR adalah Long Dick reduction Alias hubungan jarak jauh selama beberapa bulan, tetapi Delf masih tetap setia pada Luna. Sementara Luna semakin gencar melakukan perselingkuhan dengan Prit. Karna semenjak Delf pergi meninggalkannya ia merasa kesepian, tetapi memang sebelumnya Luna memang sudah bermain dengan Prit dibelakang Delf. Luna pun akhirnya memasuki liburan sekolah lalu ia memutuskan untuk datang mengunjungi Delf, lalu ia berencana mengakhiri hubungannya dengan Delf karna ia tidak tega terus membohongi Delf. Lalu ia pun bertemu di sebuah taman kota yang indah dan sepi dikota rendenvous. Ia pun memegang dingin tangan Delf dengan sorot mata yang berderai-derai airmata berkata,
“ Delf..? aku? mau minta maaf.. “
“ Untuk apa Lun..? kamu ngga salah apa-apa kok..?”
“ aku selingkuh..! aku udah ngebohongin kamu..”
sambil menangis pura-pura sedih luna memeluk Delf..
Dalam hati, Delf berkata,
(..” dasar airmata buaya..!! penghianat.!! Terorist cinta..)
“ iya.. aku tahu kok..! udah lama kan ini terjadi?! tapi aku ngga percaya apa kata orang…! bagus kalo kamu ngaku.. dari pada terus-terusan ngebohongin aku..”
Lun sebenernya aku juga mau bilang..
“ dari dulu aku Cuma mengangap kamu sebagai sahabat dekat.. tapi aku sayang sama kamu.. aku udah coba mencintai kamu, mengerti, memahami kamu.. tapi hatiku ngga bisa? karna aku ngga pernah bisa cinta sama kamu..? tapi aku juga ngga mau membuat keadaan antara keluarga kita jadi ngga enak..”
Delf memeluknya lalu mengusap-usap punggung Luna sambil berkata,
“ kita sahabatan aja ya mulai sekarang..”
No comments:
Post a Comment