Alhamdulillah.. puasa 30 hari saya terlewati tanpa corengan absen sehari pun, meski ibadah saya ngga sesempurna maha pencipta tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin. before and after, saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1429 H, minal aidin wal faidzin kepada semuanya, baik teman-teman dan yang mengakui dirinya sebagai musuh saya.
Hari pertama lebaran saya, dimulai dari bangun pagi, yang tidak biasanya, saya bisa bangun sendiri lalu pergi untuk sholat ied sendirian juga. Sepulangnya sholat ied, saya bermaafan dengan orang-orang sekitar, lalu makan ketupat opor ayam di rumah, sendiri! Karena saya tidak ikutan trend pembokat, yang harus mudik diwaktu hari lebaran? tahun ini saya lebih memilih tinggal dirumah, sendirian. Termasuk merasakan, setrika baju sendiri, masak (hihi..walaupun hanya masak mie), dan cuci piring dan cuci yang lain-lain sendiri. Saya sangat menikmati kesendirian ini.. meski saya tidak main tangan sendiri hehe.. jarang sih..
Hari kedua, mengunjungi teman yang seperti family, yang tak henti-hentinya menemani kesendirian ini.. mereka yang selalu ada mengisi hari-hari yang sepi, sunyi dan hening. Tapi satu hal yang saya benci dari mereka, mereka masih menanyakan tentang kesendirian ini? siapa sih? yang akan menemani.. saya terpaksa berbohong untuk menyambung omongan, agar mereka menganggap saya tidak single tapi double. Meski kebohongan saya semakin lama semakin bisa tercium oleh mereka, saya hanya bisa berdoa dan berharap kepada yang kuasa agar datang sebuah mukjizat! sebuah anugerah untuk manusia yang bernama saya.. "ya allah berikan lah anugerah itu.." saya masih berharap disini untuk kamu.
Hari ketiga, saya bertemu seorang sahabat, yang seorang wanita. Dia mengatakan kepada saya. seorang pria yang sendiri atau melajang selama bertahun-tahun.. itu wajar! 8 atau 9 tahun lamanya, itu sangatlah wajar dan tidak bisa di jugde sebagai yang menyukai sesama jenis atau pria yang tidak bisa mencari wanita, bahkan tidak bisa mengerti wanita. Malahan dia bilang,
"itu sesuatu hal yang laki-laki sekali.." cowok banget! kalo bahasa jakartanya.. dan dia juga bilang, berarti saya tidak sembarangan dalam memilih wanita untuk menjadi pendamping.
Lalu saya bercerita kepada dia, bahwa belakangan ini saya ingin sekali memberi sebuah CD yang berisi lagu-lagu dan film-film yang tidak beredar dipasaran, kepada seorang wanita cantik. Meski dia tidak secantik bintang film blue, asia carera atau tera patrick, tetapi dimata saya, dia adalah wanita paling cantik, pintar nan baik hati dan mendekati sempurna. Sahabat saya menanggapinya, "Wah.. keren banget ya.. cara elo itu, harusnya dia beruntung bisa nemuin laki-laki kaya elo ini.. jarang ada yang pake cara elo itu.." Saya terharu dengan perkataan sahabat saya itu. Masa sih? plus sedih, karna sampai detik ini saya belum bertemu dengan wanita tersebut. Memang saya mempunyai 2 kretiria dalam memilih seorang pendamping. Yang pertama adalah yang bisa mengemudikan mobil atau motor. Yang kedua, yang bisa bernyanyi dan bermain alat musik. Tetapi saya sadari itu semua cuma kretiria, dan itu adalah skill dari seseorang. Lalu skill itu bisa dipelajari! 2 kriteria tadi sebenarnya berguna untuk dirinya sendiri dan saya juga orang-orang disekitar saya, karna secara logika kriteria yang pertama dan yang kedua apabila telah dikuasai maka anda tidak akan susah mencari nafkah, kata-kata pahitnya, mencari makan. Sepahit-pahitnya hidup, anda bisa menjadi supir taksi, supir angkot, tukang ojek atau pengamen bila anda menguasai skill tadi. hehe.. memang cukup aneh, kriteria dari saya. Biasanya pada umumnya laki-laki menginginkan wanita yang kaya, cantik tentunya dan basic nya dari keluarga terhormat, juga berpendidikan tinggi.
Sejenak saya tersadar, bahwa saya harus mencari wanita yang mencintai saya secara tulus tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku, mau menerima apa adanya baik ataupun buruknya seorang saya ini. Tidak lah harus sesuai dengan kriteria yang saya lontarkan tadi. Selama 7 tahun kurang lebih saya mencarinya dan belum menemukannya! dan mungkin tuhan masih menginginkan saya untuk sendiri dulu. tak apa lah, toh didalam hidup ini tidak harus berpasang-pasangan? banyak juga yang tidak punya pasangan, sendiri, melajang bahkan tidak menikah lalu punya anak. Mengapa harus bersedih? Meski saya mulai lelah dan tertatih, dengan arah tujuan hidup saya yang mengacak tanpa arah ini.
Honestly... I'm tired for being alone.. so tired.. oh god!!! please give me a clue???
1 comment:
come on, dude..
Being singlr or not is not the only thing that you need to mention in your life all the times..
Someday, really SOMEDAY,
you'll know what God has planned for you,
you've got many things to deal with in this life,,
anyway,
you'll marry me..
really..
=)
Post a Comment