Mungkin di benak mereka belum atau tidak adanya satu kata yang tulus dari dalam hati, yakni kata sayang untuk seorang saya. Bukankah ada satu pemahaman hidup,
"Usahakan didalam hidup ini lebih banyak memberi dari pada menerima.."
Kemana arti pemahaman tadi? mengapa tak kunjung datang pemberian-pemberian yang tulus dan ikhlas tanpa syarat lalu bisa dijadikan penganugerahan.
Pada umumnya manusia tidak akan merasa puas. Selalu merasa kekurangan. Karna tidak ada manusia yang sempurna. Melainkan hanyalah tuhan yang sempurna. sesempurna itukah tuhan?
Atas nama tuhan? bagaimana dengan takdir? bisa kah kita lari dari takdir?
No comments:
Post a Comment