Sang astronot berkata,
"Waaah... ternyata Planet ini indah sekali... hatiku begitu senang ada di planet ini.. apakah aku harus mendarat disini?"
Sang astronot begitu tampak bahagia setelah mengitari planet yang indah itu. Tetapi sang astronot masih di iringi kebimbangan hati apakah ada makhuk asing di planet itu? atau mengubah komposisi dari keindahannya yang ada?
Sang astonot bergumam dalam hati,
"Wahai kamu sang planet, jangan berubah.. dan jangan pernah berubah! baik itu komposisi warna, keindahan dan kenyamanan.. jangan biarkan makhuk asing itu.. menganggu semua keindahan ini.."
Sebuah harapan dari sang astonot kepada planet yang ingin didaratinya. Secercah impian sang astonot bisa tinggal di dalam planet itu. Sebelumnya astronot melukiskan suatu puisinya didalam hatinya,
Planet ku..
Kamu begitu terlihat sangat indah dan megah di mataku..
Mengugah keresahan insani, batin dan nurani ku..
Yang telah dibutakan oleh semua sinar tata surya yang pernah ada di antariksa..
Mereka yang begitu bangga, sombong dan angkuh! dengan status mereka yang sebenarnya hanya semu belaka.
Planet ku yang penuh canda tawa..
Bersamamu tak perlu pakai logika dan tanda tanya
Semua tak pernah terurai dengan kata juga suara..
Hanya cukup dengan atmosfer mata.. berlukiskan tanda cinta..
Gravitasi sikap bertuliskan rasa suka..
Planet ku yang indah..
Ingin sekali hatiku mendaratimu di setiap ruas dataran mu yang selalu cerah..
Apakah ada makhluk asing yg menyerupai alien di sana? aku bertanya,
Bila ada.. cepat atau lambat, aku pasti akan membinasakannya!
Atau menyuruhnya pergi!!! jauh dari sini.. dan jangan pernah kembali lagi!!!
Karna aku ingin menancapkan bendera kebahagiaanku disini!
Yang bertuliskan I LOVE U bertubi-tubi..
Sekali lagi Planet ku yang indah,
Jangan lah pernah berubah.. tetap lah menjadi planet yang indah..
Jangan pernah kita berpisah!
Tetaplah disini terdiam dalam celah..
Seperti ini.. selamanya.. tak akan berhenti juga tak kenal lelah.
No comments:
Post a Comment