Dan aku, aku sekarang milikmu. Miliki lah aku untukmu, karna aku bisa saja menjadi musuhmu kelak. Saat keabadian menjadi sementara, pengabdian untuk suatu pembuktian, perwujudan tentang apa yang dirasakan. Reinkarnasi sebuah wujud yang pernah ada tapi tak sama, dan tak akan pernah sama, tak bisa, selamanya. Meratapi jasad yang telah mati, mengais sisa-sisa cinta yang lama kini membara layaknya api yang tak bertuan. Segumpal memory kini terulang kembali. Dia tidak pernah pergi di dalam hati, dia selalu ada untukku. Terima kasih tuhan, engkau mengirimkan dia kembali padaku. Dia yang pernah hilang dari sisiku, kini kembali lagi. kembali untuk memelukku erat, sangat erat hingga melumerkan segala keagkuhan hati ku ini. Keangkuhan hati yang nyaris tak pernah sirna selama bertahun-tahun berdiri kuat dan sangat kokoh. Selama bertahun-tahun aku kehilanganmu, berjuta-juta malam aku berdoa untukmu, ribuan hari aku merindukanmu, triliyunan detik aku mengharapmu, milyaran jam aku bermimpi untukmu. Semuanya hanya untuk kamu kembali di samping ku. Kini kamu kembali lagi padaku, meski ku tau ini bukan kamu, bukan kamu yang dulu melainkan kamu yang sekarang, bahkan aku selalu berharap jauh lebih baik dari itu. Sangat jauh sekali, hingga aku tak dapat berkata apa apa lagi, tak sanggup untuk melontarkan suara, terbata-bata dengan kata yang ingin ku ucapkan.
All I'm writing is just what I feel, that's all. I just keep it almost naked. And probably the words are so bland. Jimi Hendrix
Saturday, November 8, 2008
Sweet November
Hari ini matahari bersinar dengan redupnya, awan mendung menyelimuti sekelumit langit yang tadinya biru menjadi putih abu-abu. Cahaya cinta yang berpijar terasa hambar, setelah semua kata-kata telah terucap. Terucap dalam peryataan yang menjadi pertanyaan would you? dan jawaban I do! Terasa beratnya setelah seseorang mengizinkan untuk melepaskan semua rasa yang pernah tumbuh dengan indahnya, tertanam dengan dasyhatnya kini sirna sudah, dengan pelepasan kesendirian. Apakah ini nyata atau mimpi? akupun tak tau dan mencoba untuk mengerti. Mengerti apa yang sebenarnya terjadi di dalam hati ini. Setelah semua ini, kemarin, hari ini, besok aku tak tau apa yang akan terjadi di antara kita. Hidup ini hanya sementara! hanya sebentar, jadi nikmati indahnya, jangan resapi sakitnya. Kan ku ingat selamanya semua kata-katamu kepadaku. Ternyata kita sama, sama-sama terkungkung dalam sakit yang tak terasa bisa mencabut sebuah nyawa. Nyawa ini miliknya, milik sang pencipta, milik sang pemalu. Sang pemalu yang tak pernah menampakan wujudnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
lucu lo!
Post a Comment