Friday, March 25, 2011

Cerita Pelangi dan Hujan.

Awan gelap sahabatku, Petir merupakan pegawal setia ku, sebelum aku datang mereka pasti sudah bersuara lantang menyambut ku seakan memberi tanda kedatanganku.
Air unsurku, selalu akan menyesuaikan dengan wadahnya namun Air tetap rasanya hambar, tawar, tanpa rasa lalu identik polos.
Tanpa warna,... bahkan tak punya warna! warnaku bisa hitam atau putih lalu sesekali kelabu.
Aku pucat pasi, duduk maupun berdiri, selalu datang sendiri mengeluarkan ekspresi sedih.
Saat aku datang, mereka menginginkan aku pergi.
Namun saat aku pergi, mereka selalu mencari cari.
Kadang kala aku sangat diinginkan, bagi mereka yang kekeringan.
Ada kalanya juga aku amat sangat tak disukai, bagi mereka yang lembab, berkonstruksi akan tenggelam bila aku marah.
Dingin, gelap aku tak bisa diprediksi.
Terkadang terasa hangat, terang namun aku tetap tak bisa terikat.
Aku Hujan.


Corak adalah warna warna yang berhalusinasi, salah satunya. Satu dari semuanya.
Merah, hijau, jingga, kuning, biru dan ungu.
Mereka semua adalah bagian dari aku.
Aku sulit ditemui, Susah dicari.
Meski tak pernah datang, tak pernah pergi.
Aku selalu disini bermutasi, selalu datang disaat kau ingin pergi.Dan tak pernah hilang sampai saat kau datang.
Udara unsurku, aku tak akan pernah mati apalagi berhenti, aku hanya sesekali bersembunyi.
Bahkan aku selalu menyinari saat kau tertidur, berdiri, berlari dan sendiri.
Aku selalu menerangi.. bersinar tanpa kau sadari.
Selalu muncul saat kau terhenti.
Di kala dingin dan hangat aku mencoba untuk mengikuti.
Aku pelangi.

Lalu hujan, dia pernah berpesan.
"Tak perlu kau hitung berapa tetes hujan yang berjatuhan,
karena cintaku tak serumit itu, kupastikan cukup untuk membasahi hatimu.."

No comments: